empeldemdemdem

Cik Jun anD cuT eLda

Kamis, 18 Maret 2010

Pak SBY berkata ttg " UJIAN NASIONAL"


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta siswa tidak takut menghadapi Ujian Nasional (UN) yang tetap dilaksanakan oleh pemerintah pada Maret 2010.

“UN itu bukan hantu, bukan momok, bukan apa-apa,” ujar Presiden kepada para murid ketika mengunjungi SMP Negeri 2 Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis.

Presiden mengatakan, UN hanya ukuran untuk mengetahui apakah siswa setelah menempuh pendidikan tiga tahun di tingkat SMP atau SMA dan enam tahun SD menguasai materi yang diajarkan.

UN juga digunakan untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi pendidikan lebih tinggi. “Kalau tidak ada ukuran tidak mungkin. Semua yang pernah sekolah juga pernah menjalani UN,” ujarnya.

Apabila ada satu dari sepuluh siswa yang tidak lulus UN, jelas Presiden, bisa jadi siswa itu yang bermasalah sehingga belum tentu sistem ujiannya yang tidak baik.

Presiden lalu berjanji bahwa Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama akan menyiapkan seluruh sekolah di Indonesia untuk siap menghadapi UN.

“Pemerintah berketetapan karena tujuannya sangat baik, sambil dengarkan pendapat rakyat, putusan MA, dengarkan DPR, pemerintah melakukan perbaikan-perbaikan, persiapan, agar ketika UN dilaksanakan Insya Allah anak-anak kita bisa mengerjakan dengan baik dan banyak yang lulus,” kata Presiden.

Saat kunjungan ke SMP Negeri 2 Labuan, Pandeglang, Presiden sempat memberikan soal-soal dari buku uji coba UN untuk tingkat SMP. Di salah satu kelas, Presiden memprotes soal ujian UN Bahasa Inggris yang menurutnya teralu sulit untuk murid SMP.

“Saya mewakili murid-murid untuk SMP, Bahasa Inggrisnya menurut saya, soalnya terlalu sulit. Kalau seandainya menurut kalian soal-soal ini sulit, maka saya minta Pak Nuh (Mendiknas) agar ini dianalisa,” demikian Presiden.

Soal UN Bahasa Inggris Susah
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui soal ujian Bahasa Inggris untuk anak SMP terlalu susah. Penilaian ini berdasarkan soal-soal latihan Bahasa Inggris yang dibaca SBY pada saat mengunjungi SMP Negeri 2 Labuan, Pandeglang-Banten.

Pada saat itu SBY tengah mendikte soal Bahasa Ingrris kepada siswa kelas 9 (3 SMP), setelah itu dia menyadari bahwa soal ujian Bahasa Inggris terlalu sulit bagi anak SMP. SBY lalu menanyakan kepada Mendiknas M Nuh apakah soal-soal Bahasa Inggris terlalu sulit.

“Saya menilai ini agak sulit, ini masukan, saya pro murid jangan terlalu sulit,” kata SBY di depan siswa SMP Negeri 2 Labuhan, Pandeglang-Banten Kamis 28 Januari 2010.

Selain ujian Bahasa Inggris, SBY juga mengajarkan Bahasa Indonesia dan Matematika. Dalam soal Matematika, SBY memberikan soal sendiri dengan bercerita perbedaan suhu pada saat dirinya ke luar negeri.

“Anak-anak pernah datang ke kota suhunya dingin sekali? Bulan Desember Pak SBY dan Ibu Negara dan rombongan datang ke Eropa. Sampai Brussel suhunya 0 derajat, Paris minus 1 derajat celcius, Berlin minus 3 derajat celcius, setelah Denmark juga sama, tiba di tanah air suhunya kembali 30 derajat, berapa perbedaan suhunya?” tanya SBY.

Dalam kelas Matematika itu SBY juga mengajar dengan menulis soal di papan tulis “Jika 4x-5 = x+13, berapa x?” Dua murid
berhasil menjawab soal dengan jawaban 8, namun ketika disuruh untuk maju ke depan untuk merinci jawabannya, kedua murid itu tak bisa.

Lalu SBY menjelaskan dengan cara layaknya guru matematika sehingga menghasilkan angka 8. “Mungkin karena ada SBY jadi
grogi, padahal bisa,” kata SBY.
Dengerin tuu kata Pak SBY .hhhhh

Jumat, 12 Maret 2010

HaraPph haRepPh cEmMazdd

HarUsd nGmg aP yaCchH. . .
BgUnG NuLis apH,
ianXx jLz bSk qT MoO staRt UaS, ,
smaNgatd ya. . .
MOga cUKCEzdd. . .
'vE a gUd scUre. . .
HeLepH heLepP yaCch

Sabtu, 06 Maret 2010

prepare Ur seLf

ga lm lg Qt bakal menghadap Un ...
pasti semeUanYaaaahhh was Was,,,
tapi percyaLaH,,
berDoa tanpa BerusaHa ga Qan pernaHH membuahQan hasil yang memuaskan,,,
begitu juga dengan Qta,,,ga Perlu berdoa ajj,,
tapi hrus berusaha Jughaaa..
Un ga haruSS di takutI,,tapi dijAdikan baHan motiVasi untuk belAjar yang lebih giat laGiiiii.
seMangatttttd yaCCCh buaaaTTT temandd2 yang bakal bertempur tanggal 22 nanTi,,,
aYYyoo,Qt bangkit,berSatu padu membEntuk saTu barisaNnnd yaNg siap mEnghadaPi UN 2010,,,,,
spIIrittttttd CHiiik

Minggu, 28 Februari 2010

bayar woy hutang!!!1hahahaha

hari yang melelahkan karena ujian hari ini di warnai dengan penagihan hutang hahaha
semua panik,semua was-was...tapi semua kapanikan terselesaikan berkat adanya kerja sama dan saling bantu antara teman kita-kita jadi nggak ada lagi deh yang namanya dikejar-kejar hutang pembayaran sekolah.!!!semoga banak simVATE kompak selalu,(tinggal saya yang bayar hutang besok hahaha)

Rabu, 24 Februari 2010

2 kali memimpind Negara Republik Indonesia


pasti pak sby ini punya trik khusus dan cara jitu untuk memahami karakteristik rakyatnya.memang setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan,begitu juga dengan sang pemimpin negara ini, Kami tetap mengagumi sosok SBY,,di memiliki kharisma sebagai seorang pemimpin.....!!!!
memang bukan SBY saja yang menentukan nasib bangsa ini tetapi seluruh rakyat di Indonesia.oleh karena itu kami sebagai Generasi Cerdas Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini yang lebih baik,,mudah mudahan hal yang sama juga dilakukan oleh Generasi Muda yang lain,HIDUP INDONESIA,,,,HIDUP TANAH AIRKU.,,,,,,!!!!!!!!!!!!

Selasa, 23 Februari 2010

SMA 1 kepahiang,always the bEst in here

Sekolah ini berdiri pada tahun 1982.Pada saat itu SMA ini baru mempunyai sekitar 8 kelas.Tapi sekarang,sudah banyak bangunan-bangunan baru.kelasnya pun sudah lebih banyak dari yang dulunya.begitu juga dengan laboratorium laboratorium yang kita punya,,ada sekitar 11 lab. Adapun yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMA negeri 1 Kepahiang ini antara lain:
1.Bapak Syukuriah,BA
2.Bapak Moh.Rusdi,BA
3.Bapak Sutarjo,BA
4.Drs.Mudasti
5.Bapak Ahmad Djajuli
Dan sekarang yang sedang menjabat di SMA Negeri 1 Kepahiang ini adalah Bapak Sigit Aryanto,Mpd. Semenjak SMA ini di pimpin oleh bapak Sigit Aryanto,Sekolah ini mempuyai kemajuan yang sangat pesat..Telah banyak prestasi-prestasi yang telah di raih.Mulai dari tingkat Kabupaten,Propinsi,Sumbangsel,bahkan sampai ke Nasional.
Dan kabar terbarunya adalah sekolah kita baru saja menjadi pemenang di perlombaan futsal yang di komandoi Epas Bogianda (siswa Kelas XI IPA 1) berhasil meraih Juara 2 dalam Liga Pelajar di IAIN Bengkulu, Setelah di pertandingan final tanggal 14 pebruari 2010 kalah tipis 0 - 1 melawan SMA 1 Talang Empat Bengkulu.

Pertandingan Pertama hari jumat 12 Pebruari 2010 Epas bogianda dan kawan-kawan mampu mengalahkan tim SMAN Talang Empat A dengan skor telak 4 - 1. Dipertandingan kedua pada hari berikutnya Tim Putsal SMANSA Kepahiang yang di latih Raden Mascik kembali memperoleh kemenangan 2-0 melawan SMA Pallawa Kota Bengkulu.

Di Semi final Tim Futsal SMAN 1 Kepahiang Bertemu dengan SMA Muhammadiyah. Pertandingan yang dilaksanakan pada hari minggu tersebut berlangsung alot. Hingga peluit panjang di tiup oleh wasit kedudukan tetap bertahan 0-0. Pertandingan dilanjutkan dengan adu pinalti. Perjuangan yang berat ini akhirnya diselesaikan dengan skor 4 - 3 untuk kemenangan Tim Futsal SMAN 1 Kepahiang.

bangga banget bisa sekolah di sebuah sekolah yang punya segudang prestasi .dan siswa siswanya punya segudang skill yang okeeeeehhh.......


Senin, 22 Februari 2010

Inilah sebuah Negeri,Kab.Kepahiang ku cinta!!


perjuangan melawan kolonial Belanda menjadi saksi sejarah mulai dikenalnya nama Kepahiang. Pada masa itu, kota Kepahiang dikenal sebagai ibukota kabupaten Rejang Lebong, yang disebut Afdeling Rejang Lebong. Sesaat setelah peralihan kekuasaan dari penjajahan Belanda ke Jepang, hingga kemudian Jepang menjajah bumi pertiwi 3,5 tahun lamanya, kota Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintahan bagi kabupaten Rejang Lebong. Bahkan, setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yakni sejak 18 agustus 1945 hingga 1948, Kepahiang tetap menjadi ibukota kabupaten Rejang Lebong sekaligus sebagai basis kota perjuangan. Sebab, mulai dari pemerintahan sipil dan seluruh kekuatan perjuangan, yang terdiri dari Laskar Rakyat, Badan Perlawanan Rakyat (BPR dan TKR yang kemudian sebagai cikal bakal TNI), semuanya berpusat di Kepahiang.

Di penghujung tahun 1948, merupakan masa yang tak mungkin bisa dilupakan oleh masyarakat Kepahiang. Karena pada tahun itulah, khususnya menjelang agresi militer Belanda kedua, seluruh fasilitas vital kota Kepahiang dibumihanguskan. Dimulai dari kantor bupati, gedung daerah, kantor polisi, kantor pos, telepon, penjara, dan jembatan yang akan menghubungkan kota Kepahiang dengan tempat-tempat lainnya terpaksa dibakar untuk mengantisipasi gerakan penyerbuan tentara kolonial Belanda yang terkenal bengis masuk ke pusat-pusat kota dan pemerintahan serta basis perjuangan rakyat.

Setahun kemudian, seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berada dalam pengasingan di hutan-hutan. Sehingga pada waktu terjadi penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Hindia Belanda ke Pemerintah Republik Indonesia, yang oleh masyarakat waktu itu disebut kembali ke kota, terjadilah keharuan yang sulit dibendung. Sebab, aparatur Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak dapat lagi kembali berkantor ke kota Kepahiang karena seluruh fasilitas pemerintahan daerah telah dibumihanguskan. Namun, semangat mereka pantang surut. Dengan sisa-sisa kekuatan, serta semangat yang membaja, seluruh aparatur pemerintahan daerah terpaksa menumpang ke kota Curup, karena disini masih tersisa sebuah bangunan pesanggrahan (kini tempat bersejarah itu dibangun menjadi GOR Curup).

Pada 1956, kota Curup ditetapkan sebagai ibukota kabupaten Rejang Lebong berdasarkan undang-undang. Sejak itu pula, peran Kepahiang mulai memudar, bahkan ada yang menyebut mahkota kejayaan kabupaten Kepahiang surut. Sebab, dengan penetapan Curup sebagai ibukota kabupaten Rejang Lebong, maka kota Kepahiang sendiri ditetapkan sebagai ibukota kecamatan, bagian dari wilayah kabupaten Rejang Lebong. Pada masa-masa berikutnya, lantaran memiliki nilai historis tinggi, sejumlah tokoh masyarakat Kepahiang, pernah memperjuangkan Kepahiang menjadi ibukota provinsi dan kota administratif. Sayangnya, perjuangan mulia tersebut kandas di tengah jalan lantaran pemerintah pusat tak merespons keinginan dan aspirasi masyarakat tersebut.

Ketika era reformasi bergulir pada 1998, gaungnya pun sempat menggema ke bumi Kepahiang. Oleh masyarakat Kepahiang, momentum ini merupakan kesempatan emas memperjuangkan kembali kebangkitan sekaligus awal kemandirian Kepahiang. Situasi kian terbuka lebar, setelah pemerintah dan DPR RI menetapkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang juga lazim disebut sebagai undang-undang tentang otonomi daerah. Setelah melalui tahap penyamaan persepsi dan konsolidasi, maka masyarakat Kepahiang sepakat untuk mengusulkan daerah ini menjadi kabupaten baru. Maka, sejak Januari 2000, para tokoh dan segenap komponen masyarakat Kepahiang, baik yang berdomisili di Kepahiang sendiri maupun yang berada diluar daerah, seperti di Curup, Bengkulu, Jakarta, Bandung, serta kota-kota lainnya sepakat untuk menjadikan Kepahiang sebagai kabupaten. Sebagai realisasi dari kesepakatan bersama para tokoh masyarakat Kepahiang, maka dibentuklah badan perjuangan dengan nama Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK). Tindak lanjut dari aktivitas badan perjuangan tersebut, maka secara resmi PPKK telah menyampaikan proposal pemekaran kabupaten.

Akan tetapi, rupanya perjuangan memekarkan Kepahiang menjadi kabupaten tak semulus yang diharapkan. Sebab, meskipun Kepahiang merupakan daerah pertama di provinsi Bengkulu yang memperjuangkan pemekaran pada era reformasi, tapi kabupaten Rejang Lebong tidak serta-merta menyetujui aspirasi para tokoh masyarakat kepahiang tersebut. Dengan kata lain, kabupaten Rejang Lebong (kabupaten induk) justru keberatan melepas Kepahiang, karena daerah ini merupakan wilayah paling potensial di Rejang Lebong. Dengan kesabaran dan kerjasama serta diplomasi yang intensif, akhirnya kabupaten Kepahiang berhasil diwujudkan. Pada 7 Januari 2004, Kepahiang diresmikan sebagai kabupaten otonom oleh Jenderal TNI (purn) Hari Sabarno (Menteri Dalam Negeri RI) di Jakarta. Peresmian itu dikukuhkan berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Provinsi Bengkulu. Ditunjuk sebagai Kepala Daerah pertama (caretaker) kabupaten Kepahiang adalah Ir. Hidayatullah Sjahid, M.M., yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.28-8 Tahun 2004, pada 6 Januari 2004, tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Pelantikannya sendiri dilakukan oleh Gubernur Bengkulu atas nama Menteri Dalam Negeri pada 14 Januari 2004. Hingga kini, kabupaten Kepahiang telah dipimpin tiga orang Kepala daerah.


aPahkah anDA kagum dengan Blog kammi?

Ini diia sii cik jun n cuT elda

Ini diia sii cik jun n cuT elda
Empeldemdemdem

PetUnjuk waktuuU qthaaa

Alepne payanggg yooo

Alepne payanggg yooo
PLTA UjnMsss eiii

eleVen sains oF three

eleVen sains oF three
Ini adalah tempat dimana kami penghuni simVATE menuntut iLmu , berteduh ,berkumpul dan ber-ber yang lain.Kelas ini adalah saksi bisu tentang keceriaan,kesedihan dan ke-ke yang lain.

About Me

cik jun dan cut elda
kepahiangg ALAMI, Bengkulu, Indonesia
disekolah,,,,, terutama dibangku,ada cerita,canda tawa,umpatan,,,,,,,whehehehehehe serrru pokoknYeeeeeeeee ngerjain tugasss sama sama.pr sama sama,dihukum pun samasama.....
Lihat profil lengkapku

simVATE is my classs ....my friends....and my family!!!

  • Persahabatan selalu berharap Semua teman memperoleh kebahagian Persahabatan adalah sebuah perwujudan Kasih sayang yang terlewatkan Cinta yang tak terungkapkan

Pages

Followers

 
 
 
top